Selama ini kita mengenal desa Sade sebagai salah satu desa tradisional yang dihuni oleh sebagian masyarakat suku Sasak. Masih di lokasi yang berdekatan, selain Sade ada desa Nde yang berjarak kira-18 km ke arah barat dari kota Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Suku Sasak merupakan suku terbesar yang mendiami Lombok. Mereka juga ada di beberapa tempat lain di Indonesia dengan jenis mata pencaharian yang bermacam-macam. Ada beberapa publikasi yang mengatakan bahwa suku Sasak sebenarnya berasal dari Vietnam. Hal ini dikarenakan miripnya bahasa Sasak dengan bahasa yang ada di Vietnam. Mayoritas agama suku Sasak adalah Islam, namun hal ini tidak terjadi begitu saja namun melalui sebuah peristiwa yang panjang. Sebelum abad ke 16 Lombok berada di bawah kekuasan Majapahit. Bahkan menurut kepercayaan sejarah masyarakat setempat makam Gajahmada ada di Lombok. Pada akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, Lombok banyak dipengaruhi oleh ajaran Islam di Jawa. Hal itu diperkuat dengan dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri dan juga pengaruh dari Makassar. Inilah yang membawa perubahan agama pada Suku Sasak yang semula Hindu menjadi Islam.

Nah, jika Anda ingin melihat bagaimana aktivitas dan budaya Suku Sasak, datanglah ke Desa Nde yang teletak di perbukitan Lombok Tengah. Di desa ini kita bisa melihat keaslian gaya masyarakat Sasak tempo dulu dengan rumah lumbungnya dan aktivitas apa saja yang mereka jalani. Lingkungan desa Nde masih sangat natural dengan bangunan yang tradisional khas Suku Sasak. Masyarakat suku Sasak membangun rumahnya dari bahan anyaman bambu. Beberapa pilar yang digunakan untuk menyangga rumah juga terbuat dari bambu. Atap rumah tradisional mereka berbentuk gunungan yang terlihat menukik dan terbuat dari alang-alang yang disusun dan diikat. Lantai rumah mereka terbuat dari campuran tanah dengan batu bata, getah kayu pohon, serta abu jerami. Masyarakat Suku Sasak seringkali mengolesi lantai rumahnya dengan kotoran sapi atau kerbau yang telah dihaluskan yang kemudian dibakar. Dengan mengolesi lantai rumah mereka dengan kotoran sapi atau kerba dapat menjaga lantai mereka agar tidak mudah lembab dan retak.

Selain arsitektur rumah tradisionalnya yang menarik, desa Nde juga dikenal sebagai pusat pembuatan kain tenun yaitu songket. Kain songket yang dihasilkan oleh masyarakat desa Nde – dan juga Sade – memiliki kualitas yang cukup bagus dengan harga yang bersaing. Jadi jangan melewatkan Desa Nde dan membeli kain songket sebagai buah tangan.

Selain desa Nde dan Sade, wisata desa di pulau Lombok juga ada di Sembalun dan Senaru. Nah, selama menjelajahi desa-desa wisata di Lombok, Anda bisa menginap di beberapa hotel di Mataram yakni seperti Lombok Raya Hotel, Lombok Garden Hotel dan Grand Legi Hotel.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • mata pencaharian suku sasak
  • kehidupan sosial suku sasak
  • desa sade dan nde
  • kehidupan pada saat ini suku sasak
  • aktifitas agama suku sasak
  • kompeks aktivitas suku sasak di ntb lombok
  • kehidupan suku sasak pada saat ini
  • kehidupan suku sasak
  • kehidupan suku lombok
  • Kehidupan sosial budaya suku sasak

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , ,